PPTQ Irsyadul ‘Ibad Kembali Hantarkan Santri Ke Luar Negeri Ketiga Kalinya

PPTQ Irsyadul 'Ibad

Senin (30/1) lalu, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Irsyadul ‘Ibad Pandeglang telah memberangkatkan dua santrinya untuk menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Luar Negeri. Keberangkatan dihantarkan oleh Mudir PPTQ dan Kabidik Yayasan Irsyadul ‘Ibad beserta wali santri pada Senin malam ke Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Suasana penuh haru dan bangga mewarnai keberangkatan tersebut. Keluarga, guru, serta rekan-rekan santri turut memberikan doa dan dukungan agar perjalanan dan studi kedua santri berjalan lancar. Tidak sedikit yang meneteskan air mata, mengingat perjuangan panjang yang telah dilalui hingga akhirnya mendapatkan kesempatan emas untuk menimba ilmu di luar negeri.

Ini merupakan kali ketiga PPTQ Irsyadul ‘Ibad memboyong santrinya ke Luar Negeri, seperti pada tahun-tahun sebelumnya yang telah diberangkatkan ke Yaman, Turki dan Libya. Program ini menjadi bukti komitmen PPTQ dalam mencetak generasi Qur’ani yang berwawasan luas, tidak hanya memahami ilmu agama secara mendalam, tetapi juga memiliki perspektif global.

Pada kesempatan ini, Santri PPTQ mendapatkan beasiswa di Universitas Al-Asmariyah Al-Islamiyah, Kota Zliten, Libya yang berdiri sejak tahun 1995. Universitas Al-Asmariyah Al-Islamiyah merupakan kampus negeri di kota Zliten, Libya yang berspesialis pada bidang ilmu Islam seperti teologi Islam dan hukum Islam. Lembaga pendidikan ini dikenal memiliki kurikulum yang menggabungkan tradisi keilmuan klasik dengan pendekatan modern, menjadikannya tujuan belajar favorit mahasiswa dari berbagai negara.

Tahun ini dua santri bernama Tubagus Zirzy Faizal Hammy dan Muhammad Hamzah Saputra yang berangkat. Keduanya telah melalui proses seleksi ketat, baik dari segi hafalan Al-Qur’an, kemampuan bahasa Arab, maupun kesiapan mental untuk belajar jauh dari tanah air.

Besar harapan bahwa para santri akan pulang dengan segudang ilmu baru dan tentunya pengalaman yang bisa mereka terapkan di negaranya, khususnya di Pandeglang, kampung halamannya. Ilmu dan pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga dalam membangun peradaban Islam di masyarakat, memperkuat syiar agama, dan menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi di bidang keilmuan dan keagamaan.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top