Sekitar 25.670 Pelajar Pandeglang Menikmati Program MBG

Pelajar Pandeglang Menikmati Program MBG

Sekitar 25.670 Pelajar Pandeglang Menikmati Program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Dari 35 kecamatan yang ada, hingga saat ini 13 di antaranya telah mendapatkan manfaat dari program tersebut. Adapaun Kecamatan yang telah merasakan manfaat dari program MBG tersebut antara lain Koroncong, Mandalawangi, Pulosari, Cikedal, Cisata, Menes, Labuan, dan Sobang.

Menurut Sukron Mulyadi, Kasubag TU Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Pandeglang, sejak diluncurkan pada Mei lalu, program MBG baru menjangkau dua kecamatan yaitu Labuan dan Menes. Pada saat itu baru sekitar 6.939 siswa yang menjadi penerima manfaat. Namun jumlah itu terus bertambah seiring perluasan cakupan.

“Sekarang sudah bertambah ke Kecamatan Koroncong, Mandalawangi, Pulosari, Cikedal, Cisata, Sobang, dan beberapa kecamatan lain. Total ada 13 kecamatan yang sudah menerima manfaat,” kata Sukron.

Namun demikian, masih terdapat 22 kecamatan yang sampai sekarang belum tercatat sebagai penerima program ini—seperti misalnya Carita, Pagelaran, Jiput, dan Cimanggu.

“Datanya belum masuk, jadi laporan jumlah penerimanya masih kita tunggu,” tambah Sukron.

Rata-rata, dari kecamatan-kecamatan yang telah terlayani, masing-masing terdapat sekitar 3.000 pelajar yang menerima layanan MBG. Bila digelar secara menyeluruh ke seluruh 339 desa/kelurahan di kabupaten ini, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA, jumlah siswa yang bisa merasakan manfaatnya diperkirakan akan mencapai ratusan ribu.

“Sekarang baru mencakup jenjang SD dan SMP. Kalau menyeluruh sampai PAUD hingga SMA, jumlahnya tentu jauh lebih besar,” jelasnya.

Sukron berharap agar hingga akhir tahun, seluruh kecamatan di Pandeglang dapat terjangkau oleh MBG, sehingga distribusinya merata. Ia menyatakan bahwa MBG sangat membantu pelajar yang tidak selalu memiliki uang jajanan, dengan menjamin kecukupan nutrisi mereka, sehingga konsentrasi belajar semakin meningkat.

Salah satu keunggulan program ini, lanjut Sukron, adalah bahwa distribusinya tidak dibedakan berdasarkan kondisi ekonomi siswa. Sebagai contoh, di SMP Negeri 1 Pulosari, seluruh siswa menerima manfaat MBG tanpa seleksi ekonomi.

Sementara itu, ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Tb Agus Khotibul Umam, menegaskan pentingnya pelaksanaan MBG yang efektif dan tepat sasaran. DPRD akan terus melakukan pengawasan agar anggaran dari pemerintah pusat ini bisa diperluas cakupannya dan benar-benar menyasar yang membutuhkan.

“Harus ada kontrol maksimal dan pengawasan. DPRD memastikan program ini tidak hanya sebatas seremonial, tapi benar-benar sampai ke pelajar yang membutuhkan,” ujarnya

Meski demikian, ada kendala infrastruktur, terutama akses jalan di daerah terpencil, yang kerap menghambat distribusi makanan. Menyikapi hal ini, DPRD mendorong agar transportasi dikirim lebih awal agar tetap tepat waktu meski kondisi jalan kurang mendukung.

“Kalau jalannya rusak dan memakan waktu lebih lama, solusinya ya pengiriman harus lebih awal. Misalnya makan siang jam 12, maka jam 10 sudah harus berangkat. Yang penting, makanan sampai ke siswa tepat waktu,” tambahnya.

Mereka juga menggarisbawahi pentingnya menjaga kualitas makanan selama distribusi, sekaligus mendorong percepatan perbaikan jalan agar MBG dapat menjangkau setiap sudut kecamatan tanpa hambatan berarti.

Sumber : https://www.radarbanten.co.id/2025/09/09/baru-25-670-siswa-di-kabupaten-pandeglang-tercover-layanan-mbg/

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top