Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rendahnya angka pendaftaran siswa baru di sejumlah sekolah negeri yang berada di wilayah pelosok. Hal ini menjadi perhatian dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025, terutama jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah di kawasan perkotaan yang cenderung lebih diminati.
Dalam keterangannya pada Kamis (19/6/2025), Andra menuturkan bahwa persoalan disparitas jumlah pendaftar ini berkaitan erat dengan pemerataan akses pendidikan di Provinsi Banten. Ia mencontohkan kunjungannya ke SMA Negeri 2 Citorek di Kabupaten Lebak, yang memiliki kapasitas cukup untuk menampung seluruh lulusan SMP di wilayah tersebut, namun tetap menghadapi persoalan minimnya peminat.
““Ya, kemarin saya ke salah satu SMA di Lebak. Itu di Citorek, SMA 2. Itu ada lulusan SMP sebanyak 135 di wilayah itu. Nah, daya tampung sekolah sangat cukup. Sampai dengan kemarin, mereka menyampaikan bahwa kita bisa melayani sebanyak 135,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andra mengungkapkan adanya sekolah negeri lain di daerah terpencil yang bahkan hanya menerima kurang dari sepuluh pendaftar. Situasi ini menunjukkan adanya perbedaan kebutuhan dan pendekatan antara wilayah kota dan desa dalam upaya mendorong partisipasi pendidikan.
“Ya, makanya ada perbedaan memang. Ada perbedaan perlakuan, penanganan, dan ini akan kita evaluasi,” jelasnya.
Sebagai langkah solusi, Gubernur Banten mendorong perluasan program pendidikan tanpa biaya atau “Sekolah Gratis”, khususnya di daerah-daerah dengan tingkat partisipasi rendah. Ia menyebutkan bahwa di kawasan padat seperti perkotaan, program ini terbukti mampu menarik minat siswa, dan diharapkan bisa berdampak positif jika diterapkan secara lebih luas di daerah terpencil.
“Sekolah ini biasanya di perkotaan, yang memang padat ya. Maka solusinya itu Sekolah Gratis. Nah, yang di daerah-daerah yang selama ini tidak terlalu diminati itu benar-benar karena memang calon siswanya. Dan disitulah partisipasi sekolahnya yang masih rendah yang harus kita tingkatkan,” tambahnya.
Andra menekankan bahwa seluruh dinamika ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Banten. Ia pun membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan demi perbaikan sistem pendidikan secara berkelanjutan.
“Intinya adalah bagaimana kita berupaya tahun-tahun ke depan, niatan kita untuk memajukan kualitas sumber daya manusia ini dengan segala problematikanya kita evaluasi dan kita tindak lanjuti,” pungkasnya.
sumber : https://kabar6.com/gubernur-banten-evaluasi-minimnya-pendaftar-di-sekolah-wilayah-pelosok/

