Pandeglang – Terdampak kekeringan, Baznas salurkan air bersih bagi warga Pandeglang melalui tim Baznas Tanggap Bencana (BTB). Bantuan sebanyak 48 ribu liter air bersih disalurkan untuk membantu masyarakat di Kecamatan Sindangresmi yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau.
Program ini merupakan bagian dari langkah cepat Baznas dalam membantu warga yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Ketersediaan air menjadi kebutuhan yang sangat mendesak karena digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, mulai dari konsumsi, memasak, hingga menjaga kebersihan.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan bentuk kepedulian Baznas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak kekeringan.
Menurutnya, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh terabaikan. Ketika masyarakat kesulitan memperoleh air, aktivitas sehari-hari akan terganggu dan berpotensi menimbulkan persoalan sosial maupun kesehatan.
Hingga saat ini, pendistribusian bantuan telah menjangkau sekitar 250 kepala keluarga (KK) di wilayah terdampak. Baznas memastikan penyaluran air bersih akan terus dilakukan secara bertahap agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari program tersebut.
Selain memenuhi kebutuhan dasar warga, bantuan air bersih juga diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat selama menghadapi musim kemarau serta mencegah munculnya kelompok masyarakat baru yang mengalami kesulitan ekonomi akibat keterbatasan akses terhadap air bersih.
Baznas menilai penyediaan air bersih merupakan salah satu bentuk optimalisasi pemanfaatan dana zakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus karena hampir setiap tahun menghadapi ancaman kekeringan. Di sisi lain, wilayah tersebut juga dikenal sebagai salah satu sentra pertanian, sehingga ketersediaan air memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan masyarakat maupun aktivitas pertanian.
Oleh karena itu, penyediaan akses air bersih dinilai sangat mendesak agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa mengabaikan aktivitas pertanian yang menjadi sumber penghasilan utama.
Ke depan, Baznas RI berkomitmen memperluas jangkauan program distribusi air bersih ke berbagai daerah lain di Indonesia yang terdampak kekeringan maupun pascabencana. Selain penyaluran menggunakan truk tangki, Baznas juga menjalankan berbagai program penyediaan sarana air bersih, seperti pembangunan sumur bor, sistem pipanisasi, hingga penyediaan bak penampungan air sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
Salah seorang warga penerima manfaat, Khalid (46), mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Petani asal Kecamatan Sindangresmi itu mengatakan bahwa selama musim kemarau ia harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju Sungai Cilimatan untuk mendapatkan air bersih bagi kebutuhan keluarganya.
Menurut Khalid, bantuan yang diberikan Baznas sangat meringankan beban masyarakat yang hingga kini masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Sebagai informasi, pada tahun 2026 Baznas menargetkan program distribusi air bersih menjangkau wilayah terdampak kekeringan dan pascabencana di 34 provinsi di Indonesia. Hingga saat ini, penyaluran bantuan telah dilaksanakan di 32 titik yang tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga berbagai wilayah lainnya. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat terhadap krisis air sekaligus mendukung keberlangsungan kehidupan dan aktivitas ekonomi warga di daerah terdampak.
sumber : https://www.antaranews.com/berita/5672247/baznas-salurkan-air-bersih-untuk-warga-hadapi-kekeringan-di-pandeglang
foto : https://baznas.go.id/berkah-zakat/Bantuan_Air_Bersih_BAZNAS_Menguatkan_Warga_Pandeglang_di_Tengah_Kekeringan_Panjang/668

