Mukhoyyam Qur’an dan Buka Puasa Bersama Irsyadul ‘Ibad sukses diselenggarakan pada acara One Day with Qur’an pada Sabtu, 22 Maret 2025, yang bertempat di Masjid SMPIT dan Lapangan SMPIT Irsyadul Ibad. Dengan mengangkat tema Bersahabat dengan Al-Qur’an, Mendatangkan Kebahagiaan, acara ini diikuti oleh 179 peserta, terdiri dari 52 pria dan 127 wanita.
Kegiatan Mukhoyyam Qur’an dan Buka Puasa Bersama Irsyadul ‘Ibad dimulai dengan penuh khidmat pada pukul 08.05 WIB. Pembawa acara membuka acara secara resmi, dan para tamu undangan yang hadir terdiri dari pegawai dan guru dari berbagai unit Yayasan Irsyadul Ibad. Unit-unit yang terlibat dalam acara ini meliputi SDIT 1, SDIT 2, TABAKI 1, TABAKI 2, SMPIT, dan TKIT. Salah satu tujuan utama dari acara ini adalah mempererat tali silaturahmi antar unit dalam lingkungan Yayasan Irsyadul Ibad. Selain pegawai dan guru, acara ini juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Irsyadul Ibad, perangkat kelurahan setempat, Ketua Komite Sekolah, Ketua Pengawas (SOMG), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bintara Pembinaan Masyarakat (Babinmas), serta warga sekitar yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Untuk membuka acara dengan berkah, acara dimulai dengan tilawah Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Ustadz Fahri. Suara merdu beliau membawa ketenangan dan suasana khusyuk bagi seluruh peserta. Setelah itu, Ustadz Asep Saepullah, S.Pd.I, selaku Ketua Qur’an Center, diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan semua peserta akan pentingnya mencintai Al-Qur’an. Salah satu pesan utama yang beliau sampaikan adalah ajakan untuk menghafal dua surat, yakni Surat Al-Haqqoh dan Surat Al-Qalam, yang dapat menjadi sarana untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. “Ketika kita menghafal dan membaca Al-Qur’an, kita mendekatkan diri pada kebahagiaan sejati, sebagaimana yang terlihat pada warga Palestina, yang meski dalam kondisi tertekan akibat serangan Israel, tetap menjaga tradisi menghafal dan membaca Al-Qur’an,” ujar Ustadz Asep.
Drs. Hidayat Rahman, M.Si., dalam sambutannya, mengingatkan semua peserta untuk memaksimalkan ibadah mereka di 10 hari terakhir Ramadhan, terlebih lagi pada malam Lailatul Qadar. “Jika kita dapat meraih malam Lailatul Qadar, keimanan kita akan meningkat luar biasa,” ujarnya. Beliau juga mengajak untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT, meskipun di dunia ini masih banyak saudara-saudara kita, seperti di Palestina, yang hidup di bawah ancaman dan kekerasan. “Kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, apapun yang terjadi, dan selalu berharap dalam lindungan-Nya,” ungkap beliau.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Jaenuri, S.Th.I., dengan tema Bersahabat dengan Al-Qur’an Mendatangkan Kebahagiaan. Dalam tausiyahnya, Ustadz Jaenuri mengingatkan kepada semua peserta untuk meningkatkan kualitas keimanan mereka, terutama pada 10 hari terakhir Ramadhan. “Malam Lailatul Qadar itu tersembunyi, tetapi Allah memudahkan kita untuk menemukannya, yaitu pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan,” jelasnya. Beliau juga menekankan bahwa nikmat terbesar bagi manusia adalah diberikan iman oleh Allah SWT. “Iman adalah anugerah yang tidak semua orang miliki. Jika kita belum merasa berteman dengan Al-Qur’an, itu berarti hati kita belum disucikan,” lanjut Ustadz Jaenuri.
Tausiyah dilanjutkan dengan penjelasan mengenai penyebab ketidaktertarikan sebagian orang terhadap Al-Qur’an. Ustadz Jaenuri menyebutkan ada tiga penyebab utama: sering berbuat dosa, merasa sombong, dan tidak dapat menahan hawa nafsu. “Untuk itu, kita harus senantiasa menjaga hati agar tetap tertarik pada Al-Qur’an, sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW,” ujarnya. Setelah tausiyah, sesi tanya jawab dibuka, di mana salah satu pertanyaan yang disampaikan oleh Ustadzah Ade menyangkut ibadah wanita yang sedang haid pada 10 hari terakhir Ramadhan. Ustadz Jaenuri menjelaskan bahwa meskipun wanita yang sedang haid tidak dapat melaksanakan puasa, mereka tetap bisa memaksimalkan ibadah lainnya setelah masa haid selesai.
Setelah sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan setoran hafalan dan tilawah Al-Qur’an oleh seluruh peserta yang terdiri dari pegawai dan guru dari berbagai unit. Acara ini bertujuan untuk memperkuat ikatan antara peserta dengan Al-Qur’an, serta meningkatkan kecintaan terhadap kitab suci tersebut. Tepat pukul 12.00 WIB, acara dilanjutkan dengan waktu istirahat untuk sholat.
Setelah istirahat, acara kembali dilanjutkan dengan refleksi materi dan pemaparan dari SPM dan Laz Harfa. Pemaparan kali ini disampaikan oleh Syekh Muhammad Riad Abdul Razek dari Palestina, yang menceritakan perjuangan warga Palestina yang tetap mempertahankan Al-Qur’an di tengah tekanan dan serangan dari Israel. “Semua yang kami lakukan adalah semata-mata untuk Allah. Kami berjuang bukan hanya untuk tanah, tetapi untuk mempertahankan keimanan dan Al-Qur’an,” kata Syekh Muhammad. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagai guru dan pendidik, peran mereka sangat penting dalam membentuk generasi yang peduli terhadap keadilan dan kemanusiaan. “Kita harus menegakkan keadilan, meskipun kita berada di tengah-tengah peperangan,” ujarnya.
Setelah pemaparan dari SPM dan Laz Harfa, acara dilanjutkan dengan kajian Ramadhan yang disampaikan oleh Ustad Lasip Suanto, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan semua peserta untuk tidak terlena dengan kehidupan dunia. “Kita harus tetap fokus pada tujuan hidup yang lebih besar, yakni kebersamaan di akhirat,” ujarnya. Kajian Ramadhan ini kemudian dilanjutkan oleh KH. Encep Muhaemin, L.C., yang memberikan pesan mendalam tentang pentingnya mencintai kebaikan, meskipun kita bukan orang yang sempurna. “Ramadhan adalah hadiah Allah bagi umat Islam, kesempatan untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya sebelum ajal menjemput,” katanya.
Acara diakhiri dengan pembacaan Al-Matsurat sebagai penutupan. Para peserta kemudian bersama-sama menantikan waktu berbuka puasa, yang dilanjutkan dengan buka bersama seluruh pegawai dan guru dari berbagai unit. Sebagai bentuk apresiasi, Yayasan Irsyadul Ibad membagikan hampers kepada semua peserta yang hadir. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar sesama, tetapi juga menjadi momentum untuk memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur’an, meningkatkan amal ibadah, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di bulan yang penuh berkah ini.

