Khutbah Jum’at : Maulid Nabi Titik Tolak Kebangkitan Umat

Khutbah Jum'at

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰه،

أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، قَالَ اللهُ تَعَالَى .لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا

و قَالَ اللهُ تَعَالَى. وَٱلَّذِي جَآءَ بِٱلصِّدۡقِ وَصَدَّقَ بِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ

 

Khutbah Jum’at
Oleh : Drs. Hidayat Rahman, M.Si

Hadirin Jamaah Jum’at Rahima Kumullah 

Diawal khutbah jum’at ini, khotib mengingatkan seluruh hadirin khususnya kepada diri saya sendiri,  mari kita tetap istiqomah  untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Takwa yang sebenarnya, yakni melaksanakan seluruh perintah Allah SWT dan menjauhi setiap larangan-Nya.

Sholawat dan salam, semoga tetap dicurahkan Allah atas baginda Nabi mulia Nabi Muhammad SAW.

Kehadiran  bulan  Rabi’ul Awal  atau bulan Maulid  menjadi sesuatu yang sangat istimewa  tentunya bagi masyarakat muslim, yakni bulan dimana kaum muslimin kembali memperingati kelahiran sang kekasihnya Nabi yang mulia, Nabi Muhammad SAW. Sekaligus sebagai bukti kecintaan kita kepada Nabi yang Mulia Nabi Muhammad SAW. Salah satu bentuk kecintaan ini adalah terefleksikan dalam momen haflah “ Peringatan Hari Besar Islam Maulid Nabi yang sudah menjadi agenda Nasional bangsa Indonesia.

Kehadiran bulan Rabiul Awal tahun ini  menjadi momen strategis bagi bangsa kita yang mengalami berbagai krisis multi dimensi, termasuk di dalamnya adalah krisis moralitas yang hampir sangat membahayakan bagi generasi  bangsa kedepan.

Kegiatan maulid nabi yang tentunya akan diselenggarakan masyarakat kita, harus difokuskan pada  upaya revolusi moral anak bangsa. Kita sadar, bahwa realitas masyarakat kita terutama dalam hal moralitas tidak sedang baik-baik saja. Bila tidak segera teratasi akan berdampak buruk bagi generasi bangsa kedepan. Untuk itu kita diingatkan kembali dengan peristiwa awal kelahiran Nabi kita dan misi perjuangannya, yakni melakukan reformasi moral. Sesuai deklarasi Nabi Muhammad SAW :

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Artinya: ” Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia

(HR. Al-Baihaqi)

Hadirin Jamaah Jum’at Rahima Kumullah 

Akhlak mulia menjadi hal sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Akhlak menjadi pondasi dasar setelah akidah di dalam kehidupan kita. Rasulullah SAW telah membimbing umat Islam dengan akhlakul karimah dalam berbagai aspek. Hidup kita ini berada dalam siklus akhlak yang menjadi amanah beliau SAW, saat kita menjelang tidur ada akhlaknya, bangun tidur ada akhlaknya, makan dan minum ada ada akhlaknya, berpakaian ada akhlaknya, berjalan ada akhlaknya, berkendaraan ada akhlaknya, semua kehidupan kita terpatri dengan nilai nilai akhlak yang luhur, hanya sangat disayangkan umat ini banyak yang mengabaikannya, sebagai akibat dari  meninggalkan kebiasaan baik yang dilakukan Rasulullah diantaranya lahirnya berbagai krisis yang menimpa masyarakat kita baik yang berkaitan dengan amaliyah yang bersifat pribadi maupun yang bersifat kolektif ( bermasyarakat ).

Saatnya Maulid kita tahun ini sebagai wasilah yang menghantarkan umat Islam dapat bangkit dan kembali komitmen terhadap ajaran Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah Saw sebagai figure pribadi yang menjadi teladan kita dan kita diingatkan dengan peringatan maulid untuk agar kita kembali pada  kepangkuan sunah-sunahnya.

Hadirin Jamaah Jum’at Rahima Kumullah 

Kehadiran bulan Maulid tahun ini kembali kita diingatkan  mengenang  siroh nabawiyah  Habibana Muhammad SAW, Ya Nabi Salam ‘Alaika, Ya Rosul Salam Alaika, Ya Habib Salam ‘Alaika, Sholawatullah ‘Alaika. Kembali bergaung sholawat dan kebesaran dan keagungan Nabi Muhammad SAW. Insya Allah kita termasuk orang-orang yang mencintai dan yang merindukannya. Apa ungkapan beliau sebagai pesan spirit untuk kita renungkan.

مَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang mencintaiku, maka kelak dia akan bersamaku di surga”

Selain wujud kecintaan terhadap Rasulullah SAW, peringatan maulid Nabi juga sebagai media ta’muruna bil ma’ruf (mengajak pada kebaikan), mengajak dan mengarahkan masyarakat  agar tidak lupa terhadap Nabi Muhammad SAW terutama  perjuangannya dan ajaran yang  telah dibawanya.

وَذَكِّرۡ فَإِنَّ ٱلذِّكۡرَىٰ تَنفَعُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

( Q.S. Adh Dhariyat [51] :55)

          Peringatan maulid Nabi mengingatkan dan mengarahkan kita tentang kewajiban muslim terhadap keberadaan Nabi Muhammad SAW. Diantara kewajiban kita pada Rasulullah SAW, yaitu :

Pertama,  Mengimani  dan meyakini bahwa nabi Muhammad adalah Nabi Allah yang terakhir dan tidak ada nabi sesudahnya. Nabi sebagai konsekwensi keimanan kita.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ هَلۡ أَدُلُّكُمۡ عَلَىٰ تِجَٰرَةٖ تُنجِيكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِيمٖ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ

“ Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?  (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya …”

  ( Q.S. Ashaf [61] : 10-11 )

Perniagaan yang dimaksudkan adalah mengimani dengan benar Allah Swt dan Rasulullah SAW. Dan Insya Allah bila kita kita sudah mencintai dan beriman dengan baik kepada Rasulullah SAW, Insya Allah kita termasuk orang yang bertakwa.

وَٱلَّذِي جَآءَ بِٱلصِّدۡقِ وَصَدَّقَ بِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ

 “Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

  ( Q.S. Az Zumar[39] : 33 )

Kedua, Membela ajarannya

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُوٓاْ أَنصَارَ ٱللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ لِلۡحَوَارِيِّ‍ۧنَ مَنۡ أَنصَارِيٓ إِلَى ٱللَّهِۖ قَالَ ٱلۡحَوَارِيُّونَ نَحۡنُ أَنصَارُ ٱللَّهِۖ فَاٰمَنَتْ طَّاۤىِٕفَةٌ مِّنْۢ . بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَكَفَرَت طَّآئِفَةٞۖ فَأَيَّدۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَىٰ عَدُوِّهِمۡ فَأَصۡبَحُواْ ظَٰهِرِينَ

 “  Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. “

  ( Q.S. As Shaf [61] : 14 )

Ketiga, memperbanyak sholawat.

Kita dianjurkan memperbanyak Sholawat atas beliau SAW.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

“ Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

  ( Q.S. Al Ahzab  [33] : 56 )

Keempat, mengikutinya

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ

“  Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

  ( Q.S. Al Imran  [3] : 31 )

Kelima, mewarisi Risalahnya.

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ لِيُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدٗا

“ Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.”

  ( Q.S. Al Fath  [48] : 28 )

Hadirin Jamaah Jum’at Rahima Kumullah 

Demikian khutbah jum’at singkat ini saya sampaikan, semoga kita termasuk orang – orang yang hakkul yakin akan kebenaran Nabi Muhammad SAW dan risalah yang dibawanya, membela ajaran Nabi Muhammad SAW, memperbanyak sholawat serta mengikuti jejaknya hingga yaumil akhir dan tentu saja yang tak kalah pentingnya adalah kita warisi ajaran beliau dan amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari Insya Allah kita akan selamat.

بَارَكَ اللهُ لِي وَ لَكُمْ فِي الْقُرْانِ الْعَظِيْمِ, وَ نَفَعَنِي وَ إِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ , وَ تَقَبَّلَ مِنّي وَ مِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ , أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَ أَسْتَغْفِرُ اللهُ لِي وَ لَكُمْ وَ لِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Editor : Dianti Sabari

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top