Pandeglang – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Irsyadul ‘Ibad mengadakan simbolisasi santri tahfidz yang akan berangkat kuliah ke Libya jalur beasiswa di Lapangan SMPIT Irsyadul ‘Ibad pada Sabtu (23/7) kemarin. Acara dihadiri oleh orang tua wali dari santri yang akan diberangkatkan, para pembina dan pengurus Yayasan Irsyadul ‘Ibad, Kepala Unit, serta donatur dan juga para santri ma’had Irsyadul ‘Ibad.
Santri yang akan diberangkatkan ke Libya tiga orang, Rizwan, Hadis dan Jaenal, ketiganya merupakan hafidz 30 juz Al-Qur’an yang telah diwisuda pada September 2021 lalu.
Pelepasan santri ini berupa seremonial dan ucapan sepatah kata dari mudirma’had, orang tua santri, ketua yayan, pembina serta perwakilan santri yang akan diberangkatkan.
Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB, dibuka dengan pelafalan ayat suci Al-Qur’an oleh santri ma’had. Dilanjutkan dengan sambutan dari mudir ma’had Ustad Asep Sapullah, beliau menyampaikan alasan dan harapannya terhadap keberangkatan ketiga santrinya.
“Yang harus selalu kalian ingat bahwa, ma’had dan juga Yayasan Irsyadul ‘Ibad mengirim antum semua, salah satu alasannya karena di pandeglang ini kekurangan para da’i, yang dia mumpuni dalam ilmu syariah, ilmu Al-Qur’an, ilmu hadits, ilmu tafsir. Maka dari itu kita termotivasi untuk mengirim antum kesana. Maka harapan kami, dari tiga orang ini bisa mengambil jurusan berbeda-beda, agar ketika pupang kesini kita punya rujukan, ada yang ahli tafsir, ada yang ahli hadits begitu.” Tuturnya.
“Menuntut ilmu itu sama dengan berjihad, dan yang namanya berjihad itu ada dua kemungkinan mendapatkan satu nikmat diantara dua nikmat, diantaranya, kalau dia gugur maka dia mati syahid, dan kalau dia menang maka dia menjadi mulia dan juga mendapatkan ghonimah.” Tambahnya lagi.
Pelepasan santri ini memang kerap menyisakan harap, pembina Yayasan Irsyadul ‘Ibad, Ustad Lasip Susanto juga memiliki harapan besar terhadap santri yang akan beangkat, juga harapannya terhadap kemajuan pendidikan di Pandeglang khususnya di Yayasan Irsyadul ‘Ibad.
“Bapak ibu kita, memiliki keinginan bahwa kita (Yayasan Irsyadul ‘Ibad) bisa mengirim anak-anak kita dari Pandeglang itu minimal ada 35, anak-anak kita yang kita kirim kesana bukan hanya ke Libya, bisa ke Yaman ke Turki, dengan disiplin ilmu yang kita miliki para kiyai-kiyai banyak. Karena kita juga punya harapan punya program perguruan tinggi disini, nanti mereka yang akan mengelola.” Ungkapnya.
Rizwan, mewakili dari kedua rekannya menyampaikan harapan kedepannya, ketakutan mereka akan sombong pada Allah atas ilmu yang mereka dapatkan.
“Semoga kami pulang dari sana menjadi orang-orang yang ahli, dan mohon doakan kami agar kami dijauhkan dari sifat sombong, karena yang kami takutkan bukan meninggal ketika menuntut ilmu, yang kami takutkan adalah kami terjangkit penyakit sombong ketika kami mendapatkan ilmu. Mohon doakan agar kami dijaukan dari penyakit tesebut.” Ungkap Rizwan di akhir santunan katanya.
Acara ini diakhiri dengan penyerahan bendera kepada ketiga santri PPTQ Irsyadul ‘Ibad, dan ditutup dengan do’a tepat pukul 17.30 WIB. Seluruh tamu undangan memberi salam perpisahan kepada ketiga santri, peluk haru menyelimuti acara ini.

