Keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah menjadi momentum emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan. Bulan Dzulhijjah adalah salah satu dari bulan-bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Dalam 10 Hari Pertama Dzulhijjah merupakan hari-hari terbaik sepanjang tahun, bahkan melebihi keutamaan 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
Mengapa demikian? Karena pada hari-hari ini berkumpul berbagai ibadah utama seperti shalat, puasa, sedekah, dzikir, bahkan ibadah haji dan qurban — yang tidak terkumpul dalam waktu-waktu lain sepanjang tahun.
📖 Dalil dan Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Allah Ta’ala berfirman:
وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
“Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.”
(QS. Al-Fajr: 1–2)
Para ulama tafsir, seperti Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, menafsirkan bahwa “malam yang sepuluh” dalam ayat ini adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, menunjukkan betapa agung dan utamanya kedudukan waktu tersebut hingga Allah bersumpah dengannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah melebihi amal yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”
(HR. Bukhari no. 969)
Para ulama menyebutkan bahwa keistimewaan hari-hari ini terletak pada terkumpulnya berbagai bentuk ibadah dalam satu waktu — sesuatu yang tidak terjadi pada hari-hari lainnya. Bahkan, 10 hari pertama Dzulhijjah lebih utama dari hari-hari lain dalam setahun, termasuk dibandingkan 10 hari terakhir Ramadhan dari sisi amalan umum.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah berkata:
“Keutamaan sepuluh hari ini karena terkumpulnya berbagai ibadah utama yang tidak terdapat pada waktu lain, yaitu: shalat, puasa, sedekah, dan haji.”
📌 Di antara hari-hari itu, terdapat Hari Arafah (9 Dzulhijjah) — hari yang sangat istimewa di mana Allah membebaskan banyak hamba-Nya dari neraka dan mengampuni dosa mereka. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya.”
(HR. Muslim)
Tak hanya itu, pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam juga merayakan Idul Adha, hari raya terbesar dalam Islam. Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai:
“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari penyembelihan (yaitu Idul Adha).”
(HR. Abu Dawud)
Bahkan puncak ibadah haji terjadi pada waktu-waktu ini: wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah, thawaf, sa’i, dan penyembelihan qurban. Semua ini menjadikan keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah yang istimewa sebagai waktu yang tidak boleh disia-siakan.
Amalan Utama 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Agar tidak menyia-nyiakan kesempatan, berikut amalan yang sangat dianjurkan selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah:
1. Puasa Sunnah (Tanggal 1–9 Dzulhijjah)
Disunnahkan untuk berpuasa selama sembilan hari pertama, terutama pada tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah).
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya.”
—HR. Muslim
Bagi yang tidak berhaji, ini adalah peluang emas untuk meraih ampunan Allah dan keberkahan.
2. Takbir, Tahlil, dan Tahmid
Dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan takbir sejak 1 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik (13 Dzulhijjah).
“Dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…”
—QS. Al-Hajj: 28
Takbir ini terbagi dua:
- Takbir Muthlaq: Bebas dilakukan kapan saja sepanjang hari.
- Takbir Muqayyad: Dilakukan setiap selesai shalat wajib mulai 9 Dzulhijjah (setelah Subuh) sampai 13 Dzulhijjah (setelah Ashar).
3. Berqurban
Ibadah qurban adalah bentuk ketaatan, ketakwaan, dan kepedulian sosial.
“Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya…”
—HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah
Melalui qurban, seorang Muslim menunjukkan keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam tunduk kepada perintah Allah, bahkan ketika diperintahkan untuk mengorbankan anaknya.
4. Shalat dan Membaca Al-Qur’an
Perbanyak shalat sunnah seperti Dhuha, Tahajud, dan Rawatib. Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat harian untuk dibaca, direnungi, dan diamalkan.
5. Sedekah dan Amal Sosial
Manfaatkan momen ini untuk menyumbang ke masjid, yayasan, anak yatim, atau dakwah Islam. Pahala sedekah yang dilakukan pada 10 hari ini sangat besar di sisi Allah.
Mari Sukseskan Amal Terbaik Kita, Menggapai Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Yayasan Irsyadul ‘Ibad mengajak para muhsinin untuk meraih kemuliaan bulan Dzulhijjah dengan amal-amal terbaik. Kami membuka program:
- 🌿 Qurban Bersama Yayasan
- 📚 Sedekah Dakwah dan Pendidikan
- 🐄 Distribusi Daging ke Masyarakat yang Membutuhkan
Hari-Hari Terbaik, Peluang Terbesar
“Satu amal kecil di waktu terbaik, bisa lebih besar nilainya daripada amal besar di waktu biasa.”
Manfaatkan bulan Dzulhijjah untuk menambah amal akhirat kita. Jangan tunda niat baik. Jadikan hari-hari ini sebagai momentum untuk berbenah, beribadah, dan berbagi.
📞 Ingin ikut program qurban dan dakwah Yayasan Irsyadul ‘Ibad?
Hubungi: 0812-1981-3818 (Aisyah Silmi)

