Punya Usaha? Siapa Takut

Punya Usaha? Siapa Takut

“Punya Usaha? Siapa Takut?”

“Siswa SMP tapi sudah Magang? Serius?”

Pertanyaan itu yang muncul dari berbagai kalangan, SMPIT Gitu Lho!

Alhamdulillah kita sudah di semester dua, saatnya agenda puncak projek Kewirausahaan launching. Pada Senin, 22 Januari 2024, Siswa Siswi SMPIT Irsyadul ‘Ibad kelas VII diberangkatkan untuk mengikuti kegiatan Magang. Magang adalah salah satu kegiatan unggulan di SMPIT Irsyadul ‘ibad Pandeglang. Tahun ini, kegiatan Magang menjadi kegiatan Puncak Projek Kewirausahaan. Sebanyak 27 siswa tersebar di 7 UMKM Mitra SMPIT Irsyadul ‘Ibad. Mereka beraktifitas sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Pengelompokkan ini berdasarkan hasil asesmen diagnostik yang dilakukan di awal sebelum kegiatan Magang ini dilaksanakan.

Kegiatan puncak projek kewirausahaan ini akan berlangsung dari tanggal 22 Januari sampai dengan 26 Januari 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang luas kepada siswa tentang bagaimana

  1. Sebuah usaha itu dimulai
  2. Melihat peluang pasar
  3. Membuat produk yang memiliki nilai jual
  4. Menjadi manusia yang memberikan manfaat untuk orang banyak
  5. Mengasah ide sehingga menjadi sebuah kreatifitas yang memiliki value

Kelima poin diatas menjadi life skill untuk siswa sehingga bisa lebih siap dalam menghadapi persaingan global. Harapannya setelah kegiatan puncak projek ini, siswa akan memiliki keterampilan untuk bisa berwirausaha di bidang yang mereka minati. Adapun 7 UMKM yang menjadi Mitra SMPIT Irsyadul ‘Ibad adalah

  1. Khanza Cookies
  2. Sekar Tani
  3. Jam Tangan Kayu
  4. Donat Madu
  5. Donat Kruwil
  6. Noel’s Roti
  7. Arsyabee

Setiap harinya mereka beraktifitas sesuai dengan capaian yang sudah disepakati antara SMPIT Irsyadul ‘Ibad dengan Mitra UMKM. Kegiatan ini mendapat support sepenuhnya dari seluruh warga sekolah. Ringkasnya kegiatan siswa di Mitra UMKM adalah, bagaimana mereka menyiapkan alat dan bahan untuk membuat sebuah prodak, bagaimana mengolah bahan tersebut menjadi sebuah prodak yang memiliki nilai. Contohnya untuk mereka yang Magang di UMKM Sekar Tani, mereka belajar memilah bahan yang akan dijadikan ramuan jamu, setelah itu proses penghalusan sampai dengan pengemasan, bahkan ada juga prodak yang sampai mereka jual ke masyarakat/keluarga.

Siswa yang di Magang di UMKM Donat Madu, mereka belajar menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pembuatan donat termasuk menakar bahan pembuatan donat. Setelah itu mereka belajar menguleni sampai dengan donat siap untuk disajikan. Tentunya kebiasaan baru ini butuh pembiasaan, tetapi seiring berjalannya waktu, mereka bisa mengikuti ritme yang UMKM ajarkan.

Kegiatan belajar sejatinya tidak hanya di ruang kelas, namun di setiap ruang yang kita jumpai dalam hidup ini adalah tempat belajar. Kesuksesan belajar tidak selalu dilihat dari seberapa angka yang kita dapat di buku rapor tetapi sejauh mana kemampuan kita dalam menyiapkan diri menuju generasi penerus yang memiliki kemampuan yang diharapkan oleh masyarakat global. Inilah yang disebut dengan pembelajaran bermakna.

2 komentar untuk “Punya Usaha? Siapa Takut”

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top