SDIT Irsyadul ‘Ibad Pandeglang gelar seminar parenting bertema “Hadir dengan Cinta, Tumbuh dengan Percaya Diri dan Berkarakter Islami” di Gedung S. Rizki, Pandeglang, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini diikuti 130 peserta yang terdiri atas orang tua murid kelas I serta perwakilan orang tua murid kelas II hingga VI.
Seminar ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membangun karakter Islami, menumbuhkan kepercayaan diri, serta membentuk akhlak mulia pada anak. Acara semakin meriah dengan penampilan marawis dari para siswa dan persembahan ucapan terbaik dari anak-anak kelas I untuk orang tua mereka.
Kepala SDIT Irsyadul ‘Ibad Pandeglang, Isuti Rachman, menegaskan bahwa pendidikan karakter membutuhkan keselarasan antara pembiasaan di sekolah dan penerapannya di rumah.
“Anak-anak tidak hanya berada di sekolah, tetapi juga membutuhkan penguatan di rumah. Jika di sekolah diajarkan salat lima waktu, kebiasaan tersebut juga perlu diterapkan dan dibiasakan di rumah,” ujarnya.
Ketua Komite SDIT Irsyadul ‘Ibad, Herni, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, orang tua tidak dapat menyerahkan seluruh proses pendidikan kepada sekolah, tetapi perlu terlibat aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Irsyadul ‘Ibad Pandeglang, Hidayat Rahman, saat membuka acara menekankan pentingnya kolaborasi yang intensif antara sekolah dan orang tua untuk menyiapkan generasi yang bermoral baik dan mampu menjadi pemimpin masa depan.
Seminar ini menghadirkan dua motivator nasional di bidang keluarga dan pengasuhan anak, yaitu Dr. H. Setia Furqon Kholid, M.Pd., C.M.P dan Magda Ina Agustina, S.KOM. I., C.H., C.Ht Para peserta mengikuti pemaparan materi dengan antusias melalui sesi yang berlangsung interaktif.
Melalui kegiatan ini, SDIT Irsyadul ‘Ibad Pandeglang berharap terbangun kesamaan visi dan pola pengasuhan antara sekolah dan keluarga. Dengan sinergi yang kuat, nilai-nilai Islami diharapkan tidak hanya diajarkan di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari anak di rumah.

